Menu
Jasa Pembuatan website, SEO, dan promosi online

Tips Mempercepat Loading Website WordPress

Jun
02
2016
by : Losari WS. Posted in : SEO

Jika Anda mengiginkan website Anda mengalami peningkatan dalam jumlah kunjungan, maka kecepatan website merupakan sesuatu hal yang tak dapat dikesampingkan. Loadstorm bersama beberapa peneliti lainnya menemukan bahwa infografik yang membutuhkan waktu loading yang cukup lama akan menyebabkan hilangnya 7% konversi, berkurangnya tampilan halaman sebesar 11%, dan penurunan kepuasan pelanggan sebesar 16%.

Kecepatan website mempengaruhi konversi

Kecepatan website mempengaruhi konversi

Mengurangi waktu loading website 1 detik saja akan meningkatkan profit website Anda sebesar 7%. Orang juga sepertinya lupa bahwa kualitas layanan internet yang tidak seragam di seluruh dunia, bahkan jika Anda menggunakan CDN dan mengoptimalkan website Anda. Misalnya saja, website Anda mungkin dapat dimuat dalam 2 detik di Indonesia, 2,3 detik di India, tetapi baru dapat dimuat dalam 4-5 detik di Inggris.

Dengan mengoptimalkan website Anda, mungkin hanya dapat menurunkan waktu pembukaan website Anda di Inggris sebesar 0,3 detik, tetapi Anda dapat menurunkan waktu loading website Anda 1,8 detim di India yang akan menyebabkan lebih banyak penjualan.

Selain semua manfaat langsungnya, telah diketahui bahwa kecepatan loading website memiliki dampak besar terhadap SEO. Satu hal yang pasti: kecepatan yang lebih baik = peringkat yang lebih tinggi di mata Google.

Penyebab Website Loading Lambat

  1. Teknologi yang digunakan.
    Saya tidak terlalu paham dengan teknologi pemrograman dalam pembuatan website, saya misalkan saja menggunakan Anda menggunakan ASP.net, PHP atau mungkin saja HHVM untuk mengeksekusi kode PHP, dan sepertinya menggunakan ASP.net memiliki kapabilitas lebih cepat dari pada PHP, namun perbedaan tersebut dapat diabaikan.
  2. CMS yang digunakan.
    Secara umum, setiap sistem CMS akan lebih lambat dari pada situs HTML statis. Meskipun benar bahwa jumlah halaman caching dapat meminimalkan perbedaan kecepatannyaAlasan CMS lebih lambat dari situs statis ialah Website CMS harus terhubung ke server, server perlu untuk memproses permintaan, menggenerate kode HTML dan mengirim kembali ke browser pengunjung, selama proses tersebut mungkin ada banyak query database yang perlu untuk dijalankan yang juga meningkatkan waktu loading.
  3. Ekstensi yang digunakan.
    Ekstensi yang dimaksud di sini ialah kode yang digunakan untuk website WordPress Anda, seperti pada WordPress menggunakan theme dan plugin, dan pada Joomla dan Drupal menggunakan template dan ekstension.
  4. Server dan paket hosting yang digunakan.
    Server merupakan komponen penting yang mempengaruhi kecepatan website, terutama pada saat website menerima trafik yang tinggi.Spesifikasi server yang digunakan telah disesuaikan dengan paket hosting yang diambil. Secara umum paket hosting biasa terdiri dari Shared Hosting, VPS, dan dedicated hosting, yang mana dedidated hosting tentu merupakan yang paling baik diantaranya.
  5. Komputer/perangkat yang digunakan oleh pengunjung.
    Perangkat yang berbeda-beda, memiliki kecepatan akses juga yang berbeda-beda.

Tips Mempercepat Loading Website WordPress

  1. Teknologi PHP yang digunakan.
    Versi PHP yang digunakan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kecepatan loading website.
  2. Mengupdate core WordPress.
    Setiap ada versi baru, updgade wordpress Anda
  3. Mengurangi jumlah request.
    Untuk mengukur jumlah request yang dilakukan website Anda, bisa menggunakan tool Pingdom.
    Salah satu cara mengurangi request, ialah mengurangi jumlah halaman yang tampil, seperti halnya pada halaman utama, hanya menampilkan 5 postingan saja, mengurangi pemakaian widget dan aksesori yang tidak penting, dan lain-lain.
    Selain itu, penggunaan lazy loading image juga akan meningkatkan kecepatan website.Theme yang digunakan juga mempengaruhi jumlah request.
  4. Hapus plugin yang tidak perlu.
    Sejumlah besar plugin dan skrip yang tersedia secara gratis kadang membuat pemilik website tergoda untuk menambahkan lebih dari yang sebenarnya dibutuhkan. Perlu diingat, setiap plugin yang Anda tambahkan memerlukan sumber daya untuk dijalankan – dan lebih banyak sumber daya atau resource berarti situs akan semakin lambat. Jika Anda memperhatikan situs Anda lambat diakses. Anda bisa melakukan monitor plugin.
    Plugin yang berat akan menyebabkan loading website menjadi lambat. Anda bisa memonitor plugin yang memberatkan website Anda dengan memasang P3 (Plugin Performance Profiler).
    Selain memonitor plugin dengan cara di atas, Anda dapat menonaktifkan satu per satu plugin di situs Anda. Setelah Anda menonaktifkan plugin, tes menggunakan alat seperti GT Metrix untuk melihat kecepatan situs Anda.
    Jika Anda melihat kecepatan situs Anda meningkat pesat setelah menonaktifkan plugin, berarti plugin tersebutlah penyebabnya. Jika Anda benar-benar membutuhkan fungsi dari plugin tersebut, maka Anda bisa mencoba plugin lain dengan fungsi yang sama yang tidak memengaruhi kecepatan situs Anda.
    Selain itu, dengan mengurangi plugin akan mencegah konflik plugin yang muncul jika memiliki terlalu banyak plugin aktif sekaligus. Semakin banyak plugin yang aktif, maka kemungkinan bisa menyebabkan konflik sehingga tidak berfungsi dengan baik.
  5. Menggunakan CDN.
  6. Menggunakan Cache.
  7. Melakukan optimasi database.
  8. Melakukan optimasi gambar, misalnya menggunakan WP Smush It.
  9. Mengedit gambar sebelum diupload.
    Jika Anda menggunakan sistem manajemen CMS seperti WordPress atau Joomla, Anda mungkin mengunggah gambar dengan ukuran penuh dan kemudian menyesuaikan ukuran tampilan mereka di backend situs web Anda. Namun, dengan melakukan hal tersebut, akan memaksa web browser menjalankan beberapa perintah – menarik gambar awal dan kemudian mengukurnya kembali dengan cepat. Hal ini dapat memperlambat website Anda.
    Untuk mencegah hal ini terjadi, gunakan program pengeditan gambar untuk menyesuaikan gambar dengan ukuran yang ingin Anda tambahkan ke situs Anda.
    Sebagian besar dari kita akan memiliki akses ke alat sederhana seperti Preview (di Mac), atau Microsoft Paint (di Windows). Dengan program ini yang harus Anda lakukan adalah membuka gambar dan me-resize gambar tersebut. Setelah Anda meresize gambar, Anda dapat mengedit gambar Anda ke tingkat berikutnya dengan alat kompresi. Dengan mengatur ulang dimensi gambar, ukuran file total mungkin cukup besar dan ini akan memperlambat kecepatan pemuatan website Anda. Salah satu alat terbaik yang tersedia ialah TinyPNG. Yang harus Anda lakukan ialah klik link tersebut, upload gambar yang telah diresize, dan alat ini akan mengurangi ukuran file tanpa mengurangi resolusinya.
  10. Melakukan Gzip compression.
  11. Mendisable hotlinking.
  12. Menggunakan jasa penyedia hosting yang baik dan direkomendasikan.
  13. Memonitor website Anda.

Demikianlah Tips Mempercepat Loading Website WordPress, saya tidak bisa memberikan penjelasan panjang lebar, sudah ngantuk sekali. Akan kita bahas satu persatu di lain waktu.

artikel terkait Tips Mempercepat Loading Website WordPress

Selasa 29 Desember 2015 | SEO

Setiap penulis blog pasti berharap banyak postingan blog mereka akan muncul di halaman pertama Google. Namun…

Rabu 5 Oktober 2016 | SEO

Google baru saja melakukan update algoritma akhir September 2016 lalu, Apakah website Anda masih nangkring di…

Minggu 25 September 2016 | SEO

Google telah meliris update Penguin dan mengumumkan bahwa algoritma Penguin akan berlaku real time. Setelah stagnan…

Kamis 23 November 2017 | SEO

Setiap bisnis, penulis lepas, pemilik situs web atau blog hari ini sangat khawatir dengan Search Engine Optimization…

Tips Mempercepat Loading Website Wordpress

Online Sejak 8 Maret 2013